Masyarakat Desa Arenan Menggapai Keberkahan Bulan Ramadhan

Dalam bidang keagamaan masyarakat desa arenan merupakan warga masyarakat yang religius, terbukti dengan banyaknya tempat ibadah yang tersebar di seluruh wilayah arenan, di desa arenan terdapat 8 masjid dan 15 musholah sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan kegiatan untuk mengisi dan mendapatkan berkah bulan suci romadhon, Untuk masjid di Dusun 1 (dukuhlor) terdapat 2 masjid dan 1 musholah, Dusun 2 terdapat masjid 1 masjid besar di komplek sambeng dan 5 musholah, dusun 3 terdapat 2 buah masjid yaitu komplek Guntur dan kalibenda dan terdapat 3 musholah, dusun 4 terdapat 2 buah masjid di RW 08 dan di RW 07dan terdapat 2 musholah , dan utuk dusun 5 (karangtalun) terdapat 1 masjid dan 3 musholah

untuk mengisi dan mendapatkan berkah bulan suci romadhon selain kegiatan tarawih berjamaah dan di lanjutkan tadarus Al Quran juga terdapat kegiatan ngaji rutin ba’da shubuh atau serih di sebut kuliah subuh, kegiatan kuliah subuh yang di gagas oleh Ranting NU Desa Arenan di isi oleh jajaran Ranting NU Desa Arenan juga poro Kyai dan Ustadz local Desa Arenan, selain program kuliah subuh Ranting NU Desa Arenan juga mengadakan kegiatan tarhib ramadhan setiap hari minggu selama bulan suci romadhon, kegiatan pengajian tarhib ramadhon di isi oleh poro kyai dari jajaran pengurus NU tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

untuk mengisi dan mendapatkan berkah bulan suci romadhon  Untuk anak anak juga memiliki kegiatan rutin di sore hari yaitu ngaji Al Quran dari hafalan, tajwid juga kitab fikih, kegiatan tersebar di seluruh wilayah dusun, baik di rumah perorangan maupun yang sudah memiliki tempat tersendiri seperti TPQ maupun Madin

untuk mengisi dan mendapatkan berkah bulan suci romadhon  Warga arenan juga masih memiliki budaya Malem Selikur, atau kadang dikenal juga dengan Selikuran, diyakini telah ada sejak awal penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Tradisi ini diperkenalkan oleh Wali Sanga sebagai metode dakwah Islam yang disesuaikan dengan budaya Jawa. Ada yang mengartikan selikur sebagai sing linuwih ing tafakurTafakur berarti usaha untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga sing linuwih ing tafakur dapat diartikan sebagai ajakan untuk lebih giat mendekatkan diri pada Allah. Karena itu tradisi Malem Selikur diharapkan menjadi sarana pengingat untuk memperbanyak sedekah, merenung dan instropeksi diri, juga menggiatkan ibadah-ibadah lain dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan.