Asal usul wilayah karangtalun tempat lahirnya ebeg/kuda kepang (Dusun 5 Desa Arenan)

Asal usul karangtalun yang merupakan wilayah dusun 5 desa arenan kecamatan kaligondang ini merupakan sebuah ladang/tegalan (orang jawa menyebutnya dengan  talunan). Kemudian dibuka untuk dijadikan pemukiman / pekarangan, sehingga nama karangtalun ini berasal dari kata Karang yang artinya Pekarangan dan Talun berarti ladang/tegalan. Karangtalun berarti ladang/tegalan yang dijadikan pekarangan.

Itu sesuai dengan arah migrasi penduduk dahulu desa arenan yang dulu namanya arengan, awal mula pemukiman desa arenan yaitu di daerah arcatapa komplek makamdewa yang sekarang masuk wilayah dusun 1, di daerah arcatapa yang sekarang menjadai cagar budaya arca ganesha, pemukiman tersebar di pinggiran sungai gintung dari daerah arcatapa ke barat sampai di selatan sungai juju sebelah barat stana wangi yang sekarang di namai sawah desa, yang dulunya di situ merupakan pemukiman

Migrasi penduduk desa arenan yaitu dari daerah arcatapa ke timur komplek makamdewa,semakin ke selatan ke daerah dukuhlor, ke selatan lagi menyebrang sungai juju ke komplek dukuh kidul, terus ke selatan ke karangtalun yang sekarang menjadi wilayah dusun 5, setelah karangtalun warga menyebar ke barat ke dusun 2,dusun 4 dan terakhir ke wilayah dusun 3

Wilayah karang talun karena termasuk wilayah tua, di wilayah ini berkembang berbagai seni budaya, itu terbukti banyak dalang wayang kulit yang berada di wilayah karangtalun, di wilayah ini juga tempat terlahirnya kesenian kuda kepang atau ebeg, artikel berikutnya akan kita bahas asal usul kesenian kuda kepang atau ebeg (SB)